Selasa, 22 November 2016

A.      Pengertian Job Enrichment
Job enrichment adalah penambahan pekerjaan untuk memotivasi karyawan, karena jabatan perlu diperkaya sehingga memberi kesempatan untuk mendapatkan prestasi, pengakuan, tanggung jawab, kemajuan, dan juga pertumbuhan.

B.  Langkah-Langkah dalam Redesign Pekerjaan Untuk Job Enrichment

1.      Menggabungkan beberapa pekerjaan menjadi satu.
2.      Memberikan modul kerja untuk setiap pekerja.
3.      Memberikan kesempatan pada setiap pekerja untuk dapat bertanggung jawab.
4.      Memberikan kesempatan pekerja menghubungi kliennya sendiri secara langsung.
5.      Menciptakan sarana – sarana umpan balik.

C.  Pertimbangan-Pertimbangan Dalam Job Enrichment

1.    Jika pekerjaan terspesialisir dan sederhana dirancang kembali untuk memotivasi secara intrinsik pada pekerja, maka kualitas pelaksanaan kerja pekerja akan meningkat.
2.    Absensi – absensi dan perpindahan kerja akan berkurang.
3.    Dimensi inti yang berkaitan dengan motivasi intrinsik & lapangan kerja  (Hackman dan Oldham ), yaitu:

a.       Keragaman ketrampilan (skill variety)

Banyaknya ketrampilan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan. Makin banyak ragam ketrampilan yang digunakan, makin kurang membosankan pekerjaan. Misalnya, seorang salesman diminta untuk memikirkan dan menggunakan cara menjual yang berbeda, display (etalase) yang berbeda, cara yang lebih baik untuk melakukan pencatatan penjualan.

b.      Jati diri tugas (task identity)

Tingkat sejauh mana penyelesaian pekerjaan secara keseluruhan dapat dilihat hasilnya dan dapat dikenali sebagai hasil kinerja seseorang. Tugas yang dirasakan sebagai bagian dari pekerjaan yang lebih besar dan yang dirasakan tidak merupakan satu kelengkapan tersendiri menimbulkan rasa tidak puas. Misalnya, seorang salesman diminta untuk membuat catatan tentang penjualan dan konsumen, kemudian mempunyai dan mengatur display sendiri.

c.       Tugas yang penting (task significance)

Tingkat sejauh mana pekerjaan mempunyai dampak yang berarti bagi kehidupan orang lain, baik orang tersebut merupakan rekan sekerja dalam suatu perusahaan yang sama maupun orang lain di lingkungan sekitar. Jika tugas dirasakan penting dan berarti oleh tenaga kerja, maka ia cenderung mempunyai kepuasan kerja. Misalnya, sebuah perusahaan alat-alat rumah tangga ingin mengeluarkan produk panci baru. Para karyawan diberikan tugas untuk mencari kriteria seperti apa panci yang sangat dibutuhkan oleh ibu-ibu masa kini. (tugas tersebut memberikan kepuasan tersendiri bagi karyawan karena hasil kerjanya nanti secara langsung akan memberi manfaat kepada pelanggan)

d.      Otonomi

Tingkat kebebasan pemegang kerja, yang mempunyai pengertian ketidaktergantungan dan keleluasaan yang diperlukan untuk menjadwalkan pekerjaan dan memutuskan prosedur apa yang akan digunakan untuk menyelesaikannya. Pekerjaan yang memberi kebebasan, ketidaktergantungan dan peluang mengambil keputusan akan lebih cepat menimbulkan kepuasan kerja. Misalnya, seorang manager mempercayai salah satu karyawan untuk memperebutkan tender dari klien. Karyawan tersebut menggunakan ide dan caranya sendiri untuk menarik perhatian klien . Karyawan diberi kebebasan untuk mengatur sendiri waktu kerja dan waktu istirahat.

e.       Umpan balik (feed back)

Memberikan informasi kepada para pekerja tentang hasil pekerjaan sehingga para pekerja dapat segera memperbaiki kualitas dan kinerja pekerjaan. Misalnya, dalam menjual produk salesman didorong untuk mencari sendiri informasi, baik dari atasan maupun dari bagianbagian lain, mengenai segala hal yang berkaitan dengan jabatannya serta meminta pendapat konsumen tentang barangbarang yang dijual, pelayanan, dll. Jadi kondisi psikologis kritis karyawan yang muncul karena adanya dimensi utama dalam tugas akan mempengaruhi hasil kerja karyawan yang telah termotivasi secara internal. Berhasil atau tidaknya hasil kerja dalam job enrichment tergantung oleh kekuatan kayawan untuk berkembang dan berpikir positif.



Contoh langkah-langkah....
Menggabungkan beberapa pekerjaan menjadi satu................
Contoh mudahnya : Seseorang yang bekerja sebagai pengantar roti ke warung warung, dia sudah mendapatkan beberapa alamat untuk mengantar roti-roti tersebut dari bos, tetapi alamat yang di berikan dari bosnya tidak satu arah yang berarti mau tidak mau dia harus mengantarkan bolak balik roti tersebut dari warung A ke warung D dan selanjutnya, tentunya hal ini akan memakan banyak sekali waktu yang terbuang, maka dari itu seorang pengantar roti tersebut jangan terlalu berpatok pada alamat yang di berikan bos , melainkan ia harus lebih kreatif misalnya dia mengambil sekaligus dan di antarkan roti roti tersebut dengan alamat yang berurutan dari yang paling jauh sampai yang paling dekat sehingga lebih efisien dan tidak memakan waktu.

Memberikan modul kerja pada setiap pekerja ...............
Contoh mudahnya : kalau misalkan di suatu perusahaan pasti ada ADART (peraturan atau landasan yang di buat untuk kemajuan perusahaan), jadi dalam ADART terdapat modul kerja pada setiap pekerja agar tidak melenceng dari pekerjaan tersebut. Setiap pekerja yang sudah masuk ke perusahaan tsb pasti di berikan modul kerja supaya pekerja tsb tau apa yang harus di lakukan.

Sumber :

Tahir, Arifin. (2014). Buku Ajar perilaku Organisasi.Yogyakarta:DEEFPUBLISH

Sunyoto Munandar, Ashar.(2001).Psikologi Industri dan Organisasi.Jakarta: Universitas Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar