1.)
Jelaskan mengenai teori motivasi
Reinforcement (penguatan) & jelaskan implikasi praktis dari teori penguatan
dalam perilaku organisasi!
Penguatan
adalah segala sesuatu yang digunakan seorang pimpinan untuk meningkatkan atau
mempertahankan tanggapan khusus
individu. Ada dua jenis penguatan,
yaitu:
a.)
positive reinforcement (penguatan positif),
yaitu penguatan yang dilakukan ke arah kinerja yang positif. implikasinya, karyawan
bekerja dengan sungguh-sungguh dan dengan sebaik baiknya supaya mendapatkan
reward.
b.) negative reinforcement (penguatan
negatif), yaitu penguatan yang dilakukan karena mengurangi atau menghentikan
keadaan yang tidak disukai. Implikasinya,karyawan berupaya cepat-cepat
menyelesaikan pekerjaan karena
tidak tahan mendengar
atasan mengomel terus-menerus.
2.)
Jelaskan mengenai teori motivasi Harapan
& jelaskan implikasi praktis dari teori Harapan dalam perilaku organisasi!
Victor
H. Vroom, dalam bukunya yang berjudul “Work And Motivation” mengetengahkan
suatu teori yang disebutnya sebagai “ Teori Harapan”. Menurut teori ini,
motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang dan
perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang
diinginkannya itu. Artinya, apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu, dan
jalan tampaknya terbuka untuk memperolehnya, yang bersangkutan akan berupaya
mendapatkannya.
Dinyatakan
dengan cara yang sangat sederhana, teori harapan berkata bahwa jika seseorang
menginginkan sesuatu dan harapan untuk memperoleh sesuatu itu cukup besar, yang
bersangkutan akan sangat terdorong untuk memperoleh hal yang diinginkannya itu.
Dan begitu juga sebaliknya, jika harapan memperoleh hal yang diinginkannya itu
tipis, motivasinya untuk berupaya akan menjadi rendah. Implikasi dalam teori
ini adalah saat seorang karwayan sudah bekerja di jam-jam yang melebihi jam
kerjanya selama berhari hari kemudian seorang karyawan menginginkan upah yang
lebih dari hasil pekerjaannya kemudian kantor memberikan upah lebih dari hasil
pekerjaannya.
3.)
Jelaskan mengenai teori motivasi Tujuan
& jelaskan implikasi praktis dari teori Tujuan dalam perilaku organisasi
Edwin
Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme
motivasional yakni :
a.)
tujuan-tujuan mengarahkan perhatian.
b.)
tujuan-tujuan mengatur upaya.
c.)
tujuan-tujuan meningkatkan persistensi
d.)
tujuan-tujuan menunjang
strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan.
Hal
ini menjelaskan kita bahwa implikasi dari teori tujuan diaplikasikan dalam
perilaku organisasi adalah jika seorang karyawan berupaya dengan sebaik baiknya
dan sesungguh sungguhnya dengan sangat jelas dan juga tegas, maka akan ada
hasil atau prestise dan juga perusahaan pun akan mendapatkan strategi-strategi
yang baik dan mendapat hasil sesuai dengan yang ia capai.
4.) jelaskan mengenai teori motivasi hirarki
kebutuhan maslow dan jelaskan implikasi dari teori tujuan hirarki kebutuhan
maslow perilaku organisasi
Menurut
maslow ada 5 jenis kebutuhan manusia yang tersusun secara bertingkat sebagai
suatu hirarki, yaitu:
a. Tingkat 1
: kebutuhan-kebutuhan fisik, misalnya : makanan, air, seks dan tidur. “physilogical needs : food, water, sex and
sleep”
b. Tingkat 2
: kebutuhan akan keamanan, misalnya : perlindungan dari kejahatan. “safety needs protection from harm “.
c. Tingkat 3 :
kebutuhan akan rasa cinta dan di terima, misalnya : afiliasi dengan
individu-individu lain, dan di terima oleh individu-individu lain, dan di
terima oleh individu-individu lain “love
and belonging needs: affiliation with others and acceptance by others”
d. Tingkat 4 : kebutuhan
akan penghargaan, misalnya: prestasi, kompetensi, memperoleh pengakuan dan
penghargaan “esteem needs: achievement,
competency, gaining approval and recognitions”
e. Tingkat 5 : aktualisasi
diri: pemenuhan potensi keunikan seseorang. “fulfillment
of one’s unique potential”. (Plotnik,2005:333)
Implikasi
dari teroi maslow ini adalah jika Seorang karyawan sudah memenuhi kebutuhan
hirarki maslow dari kebutuhan fisiologis, seperti kebutuhan kebutuhan primernya
dan diapun sudah merasa aman dan nyaman dengan perusahaan yang disana ia meniti
karirnya dan juga dengan asuransi yang di milikinya, hingga kebutuhan self esteem
yang dalam arti karyawan tersebut sudah tercatat sebagai karyawan yang bisa
naik jabatan dan mendapat pernghargaan dari atasan, kemudian mengaktualisasi
dirinya dengan memilih apa yang dia suka dan tidak suka, hingga ketika ia
mendapatkan prestise sebagai manajer atau bahkan lebih, kemudian ia melakukan
aktualisasi lebih lanjut dengan memberi motivasi terhadap bawahannya.
Sumber :
Basuki, A.M.H. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas
Gunadarma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar